
Kembalikumpulnya komunitas komik independent Medan adalah momentum yang di nanti-nanti oleh para pecinta komik. Ini di buktikan ramainya siswa-siswi yang mengikuti acara Jamstrips Comic yang diselenggarakan oleh pelajar SMU Negeri 4 Jl. Gelas, Ayahanda Medan pada hari Sabtu (14/03/09). “Diadakannya Jamstrip Comic selain dijadikan momentum pertemuan kembali para komunitas komik indipenden Medan adalah sebagai tugas siswa-siswi dalam mata pelajaran seni rupa”, ujar Hanum sebagai guru yang mengajar mata pelajaran tersebut.
Dalam mata pelajaran seni rupa komik adalah salah satu materi yang di ajarkan selain foto grafi, melukis ataupun menggambar. Dalam pemberian tugas seni rupa para murid diberikan pilihan didalamnya, antara lain Grafity (Urban Art), melukis, atau komik. Namun di antara pilihan tersebut para siswa menjadikan pilihan komik sebagai tugas mereka. Hal ini karena mereka ingin mempelajari seni komik lebih mendalam, seperti yang di ungkapkan oleh Jovan sebagai ketua panitia penyelenggara kepada Oki, salah satu anggota KS-2. “Kami bang sebenarnya ingin mempelajari seni komik, karena saya lihat komik ini menarik untuk di pelajari”.
“Oleh karena itu kami mengundang para komunitas komik independent yang ada di kota Medan ini, bang”, imbuh Jovan kembali. Acara tersebut di hadiri oleh komunitas komik seperti, Rumput Liar, DFC, KS-2, dan para personal komik, seperti Eko Bambang. Selain Jamstrip Comic diadakan juga pameran komik komunitas, dan juga perlombaan membuat komik untuk para siswa.
Acara di mulai pada pukul 15.00 WIB dengan di awali perkenalan oleh para komunitas komik. kemudian memasuki inti acara yaitu, Jamstrip Comic. Dalam Jamstrip Comic ini membutuhkan sekitar enam orang dengan tiga lembar kertas secara bergiliran untuk mengerjakan satu tema cerita.
Dalam mata pelajaran seni rupa komik adalah salah satu materi yang di ajarkan selain foto grafi, melukis ataupun menggambar. Dalam pemberian tugas seni rupa para murid diberikan pilihan didalamnya, antara lain Grafity (Urban Art), melukis, atau komik. Namun di antara pilihan tersebut para siswa menjadikan pilihan komik sebagai tugas mereka. Hal ini karena mereka ingin mempelajari seni komik lebih mendalam, seperti yang di ungkapkan oleh Jovan sebagai ketua panitia penyelenggara kepada Oki, salah satu anggota KS-2. “Kami bang sebenarnya ingin mempelajari seni komik, karena saya lihat komik ini menarik untuk di pelajari”.
“Oleh karena itu kami mengundang para komunitas komik independent yang ada di kota Medan ini, bang”, imbuh Jovan kembali. Acara tersebut di hadiri oleh komunitas komik seperti, Rumput Liar, DFC, KS-2, dan para personal komik, seperti Eko Bambang. Selain Jamstrip Comic diadakan juga pameran komik komunitas, dan juga perlombaan membuat komik untuk para siswa.
Acara di mulai pada pukul 15.00 WIB dengan di awali perkenalan oleh para komunitas komik. kemudian memasuki inti acara yaitu, Jamstrip Comic. Dalam Jamstrip Comic ini membutuhkan sekitar enam orang dengan tiga lembar kertas secara bergiliran untuk mengerjakan satu tema cerita.

selamat ya.. itu artinya komunitas komik tidak hanya ada di pulau jawa sana...
BalasHapus