
kubuka lembaran hidup dengan menunggumu yang terbenak dalam jiwaku… sejenak ku terbesit dalam ingatanku kemana arah hidupnya… membuat ku tersadar betapa berarti bagiku jasanya… takkan pernah bisa aku sisihkan dari sebagian ingatan yang telah menumpuk di otakku ini… ingin rasanya aku berlari namun kakiku seolah berkata “takkan sanggup kau berlari karena itu merupakan hal yang tak pasti”… hatiku menjawab bahwa ini pasti pernah di alami pada setiap orang… namun ingatan itu terus menghantuiku, bagai bayangan yang terus mengikuti kemana aku pergi… kuacuhkan bayangan itu dari pandangan yang mulai buram tetapi tidak dengan syaraf-syaraf yang ada di dalam otak… mereka terus memaksa untuk terus mengingatkan aku padanya yang begitu indah… tak ada yang bisa aku perbuat namun aku hanya bisa menantinya di balik semua harapanku ini… ( kemana ya angkotnya -angkutan kota- aku khan udah menunggumu dari tadi…)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar